src='https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js'/> Ketika Jodoh Belum Menemukan Jawaban (Novel Si Kulup Kun Bagian 11) - Aleniasenja.com

Ketika Jodoh Belum Menemukan Jawaban (Novel Si Kulup Kun Bagian 11)

Ketika Jodoh Belum Menemukan Jawaban (Novel Si Kulup Kun Bagian 11) - Seandainya saja waktu dapat aku atur, mungkin aku tak akan pernah kehilanganmu. Namun aku bukan Tuhan yang dapat menciptakan sesuatu yang mustahil tercipta menjadi bisa. Hingga perlahan aku harus mengakui jika itu sudah menjadi takdir hidupku, kenyataannya cinta dan setia yang pernah aku berikan untukmu hanya akan menjadi sebuah kenangan. 
Ketika Jodoh Belum Menemukan Jawaban (Novel Si Kulup Kun Bagian 11)

Cukupku mengerti jika aku tak akan pernah bisa menantang takdir, jika pun aku mampu, kau akan tetap melepaskan tanganku. Jika pun aku bisa, kau akan tetap menjadi sebuah kenangan dalam riwayat cinta yang aku miliki. Jika pun aku aku bersisih keras bertahan menunggumu, itu akan percuma saja aku lakukan, karena dirimu tak akan pernah kembali selamanya. 

Namun apapun itu, cukupku tau jika kau pernah hadir dalam hidupku, waktu yang pernah terciptakan indah dalam hariku. Kau pernah memberi damai dalam hariku, dan kau pernah menjadi amunisi semangatku, kalaku terjatuh dalam lubang kehancuran dunia ini. 

Tak ada alasan untuk aku membencimu, walaupun luka yang kau tinggalkan cukup menyita perhatian sakitnya hatiku, namun disisi lain, aku masih saja orang yang lemah akan kerinduan yang kadang menyebut namamu ketika senja kelabu datang menemaniku, malam menjelma menjadi sepi, kau datang memberiku senyum, dan ketika pagi menyinari dunia, kau selalu memberiku kata jika aku akan baik-baik saja untuk menjalani hari ini dan seterusnya meskipun tanpa kamu. 

Tiada sapa yang dapat menahanku untuk tidak mengingatmu dalam catatan hidupku, meskipun kini aku tau kau tidak pernah lagi aku lihat seperti sebelumnya, aku akan tetap mengenal sebagai kenangan cinta yang pernah mengindahkan hariku. Tiada kalimat yang dapat aku tolak untuk tidak mengatakan jika kau pernah ada disini, menjadi bagian dari waktuku, meskipun akhirnya tak menjadi bahagia untuk selalu bersama. 

Aku selalu bertahan dengan apa yang telah aku dapatkan dalam dunia ini. Aku selalu mempertahankan apa yang telah aku lalui dalam perjalanan hidupku hingga detik ini. Tak peduli itu cerita yang sedih atau pun bahagia, yang jelas, itu lebih berharga dari segalanya. 

Seperti kamu, kamu yang pernah hadir dalam hidupku. Aku tak bilang kau datangnya hanya akan membuatku bersedih, terluka dan juga patah hati. Aku juga tak bilang jika Tuhan tak adil kepadaku karena telah mempertemukan dengan seseorang wanita terindah dalam hidupku, namun hanya meninggalkan kenangan saja. 

Aku tak akan berkata buruk kepada siapa saja yang mengenal tentang semua cerita hidupku. Aku tak akan membiarkan emosiku menghancurkan ambisiku untuk berkata, jika aku sudah kehilangan segalanya, itu terlalu payah aku lakukan terjadi dalam hidupku. 

Jika pun saat ini aku belum menemukan cinta yang sebenarnya cinta dalam hidupku, aku akan tetap tersenyum seperti mereka, mereka yang bahagia dalam menjalani hidupnya dengan suka dan duka. Jika hingga saat ini aku belum menemukan cinta sejatinya cinta, aku akan tetap bahagia meskipun itu tak mudah untuk aku lalui. 

Hari ini, esok dan lusa, aku akan tetap menjalani waktu sendriku seperti ini, seperti pagi yang selalu berusaha untuk memberiku senyum walaupun mendung terkadang menyelimutinya, Meskipun hujan kadang menghalanginya. Aku akan tetap menjadi malam-malam yang penuh dengan bintang-bintang, meskipun itu jauh, namun memberiku kesan rindu dan cinta kepada mata yang memandangnya. 

Jika pun kita hanya dipertemukan dalam sebuah kenangan saja, dimana kita saling bertatap muka, maka tak akan aku biarkan sapaku diam dalam luka. Aku akan tetap menjaga silaturahmi denganmu walaupun itu sulit bagiku untuk meredam kenangan cinta yang pernah tersemaikan dalam hatiku. 

Aku akan tetap menjadi teman dalam waktumu, meskipun pada kenyataannya, kita tak pernah lagi komunikasi, namun percayalah, aku dan cinta yang pernah kau tinggalkan terluka dalam hidupku akan tetap ada, meskipun kini itu hanya sebuah catatan dalam hidupku. 

Aku dan kau memang berada di tempat yang berbeda, namun kita masih berada dibumi yang sama, langit yang sama, dan Tuhan yang sama. Aku selalu berdo’a untuk mereka yang pernah membuatku bahagia, tak akan aku biarkan hati ini mengingat sesuatu yang buruk, termasuk rasa sakit darimu. 

Aku telah membuang semua itu dengan sangat baik. Aku telah merelakan dan mengihklaskan semua yang pernah membuatku terluka dengan cara yang indah. aku pastikan dalam hatiku, tak ada niat untuk membalas dendam kepada siapa saja yang telah berbuat buruk kepadaku. 

Termasuk cinta yang pernah kau tinggalkan terluka dalam hatiku. aku tak pernah memikirkan jika kau seseorang yang jahat, seseorang yang begitu tega menghabisi nyawa bahagiaku. aku juga tak pernah berpikir itu melenyapkan semangatku untuk menemukan cinta yang tercipta untukku di lain hari. 

Kau adalah cinta yang beda, cinta yang aku temukan diatas dunia ini hanya untuk memberiku sebuah pelajaran yang teramat berharga. Cinta yang memberiku pemahaman dan pengertian, jika cinta itu indah jika mengenalinya dengan indah pula. dan cinta itu tak ada yang pergi, tak ada perpisahan, dan tak ada sakit hati, karena sejatinya cinta itu adalah sang pencipta yang mengendalikannya. 

Aku sadari jika perihal buruk itu pernah terjadi kepadaku, hari dimana kau telah melepas tanganku untuk selamanya. Aku sempat hilang kendali untuk mengatakan jika cinta hanya akan membuatku terluka dan bersedih saja. 

Aku sadar aku manusia biasa, bukan malaikat yang mampu bertahan dalam kesabaran yang luar biasa. Tapi aku berupaya untuk tidak membiarkan diri dan jiwaku berontak untuk menuntut kepada waktu jika aku sedang mengalami patah hati saat itu. 

Perlahan, Biarku gayuh sampan jejak ini untuk menemukan arti dari segala apa yang telah kau tinggalkan dalam hariku. Aku belajar untuk memahami, kenapa semua itu bisa terjadi, dan kenapa kau pergi dan tak bisakah kau tinggal bersamaku sejenak saja. 

Butuh waktu yang panjang untuk aku tidak mengenal kasih dan sayang kembali untuk aku anyam bersama cinta yang lain. Bukan karena aku kehilangan cinta dalam hidupku, namun aku belajar untuk mengerti arti cinta yang sesungguhnya, agar aku dapat menerima semua kenyataan yang terjadi, jika cinta sebenarnya cinta adalah bahagia bukan derita. 

Hingga semuanya berlalu, aku pastikan aku baik-baik saja hingga saat ini. Aku harap kau disana juga sama, bahagia seperti apa yang terjadi dalam hidupku saat ini. Aku harap kau juga tak pernah merasa bersalah karena cinta yang kau tinggalkan terluka dalam hatiku. 

Karena semua yang kau pikirkan itu hanya akan membuat hidupmu semakin sulit. Cukuplah kau jalani kehidupanmu saat ini bersama seseorang yang telah ditakdirkan hadir dalam ikatan halalmu. Aku tak akan pernah mengatakan jika itu salah, karena kau telah melakukannya dengan sangat baik, mesikpun tanpa aku. 

Terlanjur lepas, mungkin hati tak mampu lagi untuk berkata jika aku masih merindukanmu, mencintaimu dan membutuhkanmu. Aku yang pernah berkata jika aku adalah cinta yang datang kepadamu untuk memberimu bahagia bukan air mata, namun perkiraanku salah, kau abaikan rasa yang begitu tulus mencintaimu tanpa ada celah untuk pergi meninggalkan bahkan mempermainkanmu. 

Saat itu, aku berusaha untuk menepis semua apa yang dikatakan orang tentangmu adalah buruk, namun aku percaya jika kau adalah orang yang baik dan wanita yang akan memberi tempat untuk menjalin cinta hingga ke mahligai pelaminan nantinya. 

Namun semua pengorbananku untukmu sepertinya belum mampu membuatmu percaya dan tangguh menghadapi waktu untuk bisa yakin jika aku serius dalam menjalani hubungan tersebut. Kau meninggalkan cinta yang telah aku hidangkan dengan rasa sepenuh hati untukmu, bukan sekedar hari itu, namun aku ingin selamanya. 

Padahal kau yang memulai duluan menyakinkanku jika kau mencintaiku saat itu. Aku berusahan untuk berkata jika aku bukanlah orang yang terbaik untukmu, dan aku selalu berusaha agar kau mencari orang lain saja. Namun perkataanku kau tutupi dengan cinta palsu yang kau berikan untukku. Kau abaikan nalurimu berkata, jika kau ingin meninggalkanku setelah kau mendapatkan apa yang kau inginkan dariku. 

Aku tak pernah berpikir jika itu adalah hal yang buruk yang ingin kau lakukan padaku. Jika saja kau mengerti dan memahami kondisiku saat itu, maka sudah pasti kau tak akan pernah meninggalkanku. Namun kenyataannya berbeda, walaupun aku pernah memberimu penjelasan tentang segala yang ingin kau berikan untukmu, kau akan tetap pergi. 

Saat itu aku telah merelakan waktuku untuk aku habiskan bahagia bersamamu, aku mencintaimu setulus hati, tanpa ada basa-basi dan juga niat jahat kepadamu. Aku sangat nyaman denganmu, bahkan saat bersamamu, aku merasa aku memiliki dunia yang baru setelah cintaku kandas ditelan dusta yang meninggalkan luka dalam hatiku. 

Namun keputusanmu itu diluar nalarku, diluar perkiraanku, dan diluar akal sehatku, dimana pada saat itu kau pergi tinggalkan aku yang masih rentan dengan rasa sakit yang begitu mendalam. Kau pergi tanpa ada salah yang aku perbuat terhadapmu, kau meninggalkan cinta yang belum lama tumbuh dengan sangat baik dalam hatiku. 

Aku berusaha untuk meminta penjelasanmu pada saat itu, namun tak sepatah kata pun aku dapatkan darimu. Aku binggung dan aku sangat takut jika kau meninggalkan aku karena aku yang salah. Tapi perlahan aku meminta kabar dari orang terdekatmu, tentang alasan itu terjadi. Akhirnya aku menemukan jawabannya walaupun itu belum mampu aku tebak benar atau salah, yang jelas dari teman-temanmu berkata jika kau telah memilih kekasih yang lain disana. 

Merasakan hal itu sudah terjadi, kau pun telah melepaskan tanganku tanpa aku inginkan, maka aku harus bilang apa kepada dunia. Aku tak mampu berbuat banyak untuk bisa menahanmu, karena kepergianmu bukan karena inginku, tapi kau sendiri yang menginginkannya itu semua terjadi. Dan aku hanya mampu berkata, jika kau tak membutuhkanku lagi untuk meneruskan cerita cinta yang kau miliki dalam hidupmu bersamaku. 

Sulit untuk aku bilang jika itu cinta yang kau berikan untukku hanya bertahan dalam waktu yang sangat sebentar. Seadainya saja aku dapat membaca jika kau hanya ingin mempermainkan aku, maka saat itu aku tak akan memberimu kesempatan untuk tidak mengenalku saja. Aku pasti akan bertahan dalam kesendirian yang makin membuatku bsa untuk melepasnya pergi menemukan bahagia yang sejati di dunia ini. 

6 Bulan berlalu, aku telah merelakan dan mengikhlaskan semua berlalu, termasuk kamu yang telah pergi bersama cinta yang kau punya untuk menjalani bahagia dengan yang lain. Aku telah menyadari semua yang terjadi, aku telah memahami dengan sangat baik, dan aku rasa hatiku semakin kuat untuk bisa bertahan jika aku akan terluka untuk sekian kalinya. 

Taukah kau, hingga saat ini pun aku kadang merindukanmu, aku masih merasakan jika kau tak pergi begitu cepat dan ingin hidup bersamaku, namun sesaat aku menyadari diri, jika kau telah pergi dariku dan mungkin disana kau tak pernah mengingatku lagi sebagai orang yang begitu ingin memilikimu. 

Genap 1 tahun berlalu, Tak ada hujan dan tak ada angin, aku menerima sebuah pesan dari temanku disana jika ada seseorang yang ingin meminta nomorku. Aku bertanya siapa dia, temanku menjawab, jika aku akan tau sendiri jika nanti telah mendapatkan pesan darinya. 

Aku mempersilakan temanku memberi nomor telponnya, tak menunggu waktu lama, pesan singkat masuk ke dalam hpku berkata jika itu adalah kamu, kamu yang pernah meninggalkan aku saat itu, saat dimana aku sangat membutuhkanmu. 

Melihat pesan singat dari nomor yang tak asing lagi bagiku tersebut, seakan aku kembali ke masa yang dulu, disaat rasa sakit yang ada dalam hatiku kambuh kembali. Kau menginggatku kepada waktu yang saat itu sulit untuk aku terima ketika kau meninggalkan harapan dan do’a yang selalu aku dengungkan untukmu. 

Aku tak membalas pesan singkatmu, ma’afkan aku jika kau menunggunya. Bukan karena aku tak punya pulsa atau pun marah dan kecewa kepadamu, namun hanya saja aku tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, yang pada akhirnya aku makin tenggelam pada masa lalu yang membuatku harus bangkit dengan susah payah. 

Aku menghapus pesan singkatmu dan juga nomor telpon. Namun beberapa hari kemudian, temanku menelponku jika kau bilang kepada temanku jika kau ingin aku mengerti jika kau ingin kembali lagi seperti dulu, dimana aku begitu mencintaimu setulus hati tanpa syarat apapun darimu. Mendengarkan perkataan temanku itu, bukannya aku tak ingin mengulangi dan memberimu kesempatan lagi untuk hadir dalam hidupku, namun untuk saat ini aku belum mampu untuk menahan rasa kecewaku jika aku harus menjadi pria yang memiliki prinsip untuk bisa bertahan hidup dari cerobah cinta yang datang hanya akan membuatku terluka kembali. 

Aku bukan malaikat, bukan nabi, bahkan aku bukan Tuhan yang mampu memberi kesempatan lagi untuk mengulangi hal yang sama. Aku manusia biasa yang hanya mampu bertahan seperti apa yang bisa aku pertahankan untuk bisa menjalani kehidupanku dengan sebaik mungkin. Jika kembalimu adalah luka yang hanya tersemat dalam hatiku, maka itu tak akan pernah baik bagimu dan juga bagiku. 

Ma’afkan aku jika aku harus memiliki untuk berkata jika cinta yang aku punya untukmu dulu telah menghilang ditelah rasa sakit yang begitu mendalam dalam hatiku. Ma’afkan aku jika aku tak bisa memberimu kesempatan yang kedua kalinya, bukan karena aku tak memiliki cinta lagi, namun aku hanya tak ingin kau menjadi wanita yang terus menerus menyakiti perasaan orang lan. 

Aku melakukan itu semua juga demi kebaikanmu di masa yang akan datang, jika tak semua orang dapat diperlakukan dengan semaumu bisa. Aku salah satu orang yang memiliki prinsip dalam hidupku, metika sesuatu itu sudah terlepas, maka bagiku sulit untuk mengembalikan seperti sedia kala, walaupun bisa mungkin hanya Tuhan yang mampu menyembuhkannya. 

Menolakmu kembali juga bukan karena aku membencimu karena luka itu, bukan pula aku tak ingin kau bahagia, namun aku bukanlah orang yang tepat untuk kau berada dan singgah lagi. Aku bukanlah orang yang tepat untuk kau berlabuh kembali. Aku bukan pilihan yang akan membuatmu bahagia, dan aku bukanlah waktu yang akan memberimu senyum dan tawa dalam harimu. 

Aku harap kau semakin dewasa dalam bersikap, dan selalu belajar dengan hal yang kau lakukan dalam hidupmu. Aku hanya bisa berdo’a untukmu dan kebahagianmu, agar kau dapat menemukan orang yang memang bisa memberimu bahagia dan aku harap kau tak mengulangi kesalahan atas apa yang pernah yang kau lakukan saat itu kepadaku. 

Aku tak mampu menebak dan mengira siapa wanita yang akan aku dapatkan dalam dunia ini, termasuk kau. Jika pun aku masih mampu berkata dan memilih, maka aku harap tuhan mengabulkan permintaanku agar aku tak dipertemukan denganmu lagi dimasa yang akan datang. 

Aku telah menyelesaikan tugasku denganmu baik tentang rasa sakit dan kecewa yang aku dapatkan dari mereka yang menyakitiku. Bukan aku tak ingin membina silaturahmi dengan mereka, hanya saja aku tak ingin terus menerus menyimpan rasa sakit hati ini terlama dalam hati jika aku harus bertemu dengan mereka kembali di masa yang akan datang. 

Seperti kamu yang pernah aku cinta dan sayang, bakan aku pernah mengatakan disetiap sujudku agar kau adalah wanita terakhir yang ingin aku semogakan dalam hidupku. Namun itu tak menjadi kenyataan yang mengikat, namun perlu kau tau jika aku pernah tersenyum dan bahagia saat itu, saat kau berkata jika aku adalah orang yang dikirimkan Tuhan untuk memberimu bahagia dalam hidupmu. 

Walaupun itu hanya kenangan darimu, dan kini kau ingin mengulangi perkataan yang sama tersebut kepadaku. Mungkin aku sulit untuk bisa tersenyum kembali dan bahagia kembali, karena rasa itu telah aku simpan terkunci dalam luka kenangan hidupku saja. Aku harap kau tak berusaha untuk membuatku membukanya kembali, Jika kau pun kau memaksa, maka kuncinya ada pada Tuhan yang mungkin bisa membukanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel