Lisan Akan Membuat Manusia Celaka Dunia Akhirat Menurut Rasulullah SAW
Minggu, 26 Januari 2020
Tulis Komentar
Setiap orang pasti ingin selamat dunia dan akhirat. Itulah hakikat dan tujuan beragama. Agama menyediakan pedoman hidup dan kiat sukses menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Semuanya sudah ada panduannya, baik dalam al-Qur’an, hadis, dan ajaran para ulama. Persoalannya, apakah kita mau mengamalkan atau tidak?, itu urusan manusia itu sendiri.
Seperti menjaga lisan salah satunya, Dimana sebagian orang sangat mudah melontarkan kata-kata kotor, kata-kata yang buruk, dan bisa jadi menyakitkan orang lain yang mendengarnya. Ucapan kotor itu seolah-olah sudah menjadi tabiat dan karakternya, sehingga mudah terucap dan sulit dihilangkan. Sangat mudah baginya untuk mengeluarkan cacian dan makian kepada orang lain. Selain itu, ucapan kotor tersebut semakin parah ketika dia berselisih dengan kawannya, atau terlibat dalam perdebatan dan pertengkaran. Kepada saudaraku dengan karakter dan tabiat semacam ini, semoga tulisan singkat ini dapat menjadi bahan renungan kita bersama.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi,
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Artinya : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’ Ayat 114)
Dalam Surat Al-Ahzab Ayat 70-71 Allah SWT berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” (Al-Ahzab Ayat 70-71)
Dalam ayat lain, Allah SWT Juga Berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Hujurat Ayat 12)
Allah juga berfirman dalam Surat Qaf Ayat 16-18 yang berbunyi :
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs.” (Qaf : 16-18)
Dalam hadis riwayat al-Tirmidzi, Sahabat Muadz bin Jabal pernah bertanya kepada Rasulullah terkait amalan apa yang bisa dilakukan agar kita masuk surga dan dijauhkan dari api neraka. Muadz bin Jabal bertanya pada Rasulullah:
“Wahai Rasulullah, apa amalan yang bisa membuatku masuk surga dan diajauhi dari api neraka?”
“Kamu bertanya kepadaku tentang suatu yang sangat besar, Allah akan memberi kemudahan kepada orang yang dimudahkan Allah. Caranya, sembahlah Allah dan jangan melakukan perbuatan syirik, dirikanlah shalat, bayar zakat, kerjakan puasa Ramadhan, dan ibadah haji” Jawab Rasulullah.
Rasulullah melanjutkan, “Ketahuilah ada beberapa pintu kebaikan: puasa sebagai benteng, sedekah menghapus kesalahan, seperti air bisa memadamkan api, dan shalat tengah malam.”
Rasulullah menambahkan, “Semua itu bisa hancur lantaran satu hal ini, Rasulullah sembari menunjuk mulutnya, karenanya, kendalikan lisanmu”.
Sederhananya, mengerjakan shalat lima waktu, puasa, bayar zakat, dan haji, atau apa yang dikenal sebagai rukun Islam merupakan jalan masuk surga. Apalagi kalau bisa ditambah dengan mengerjakan amalan sunnah lainnya, seperti memperbanyak puasa sunnah, shalat malam, dan sedekah.
Akan tetapi, yang perlu diketahui, semua amalan yang kita lakukan bisa hancur kalau tidak bisa menjaga lisan kita. Karena itu, Rasulullah pernah mengatakan, orang Islam dan orang beriman itu orang yang mampu menjaga lisannya agar tidak menyakiti orang lain.
Itulah betapa bahanya Lisan manusia jika tidak dijaga dengan baik karena percuma mengerjakan amalan lain, jika lisannya tidak dijaga, maka akan percuma. Semoga bermanfaat untuk kita semuanya, dan semoga kita selamat dunia dan akhirat, terima kasih.
Belum ada Komentar untuk "Lisan Akan Membuat Manusia Celaka Dunia Akhirat Menurut Rasulullah SAW"
Posting Komentar